MANAJEMEN SEKOLAH
Nama : Farisa Febriani
Nim : 12001326
Kelas : PAI 4F
Matkul : Magang 1
LAPORAN BACAAN KE-3
MANAJEMEN SEKOLAH
A. Pengertian Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Pakar menyatakan, “ manajemen sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama. Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan mendayagunakan segala sumber yang ada di lingkungan sekolah.
Manajemen sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut.
Manajemen dapat di definisikan sebagai suatu proses kerja komunitas sekolah dengan cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, dan sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara bermutu.
B. Tujuan Manajemen Sekolah
Menurut Supriono Subakir tujuan utama manajemen sekolah adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah untuk mengelola urusannya sendiri.
Adapun menurut E. Mulyasa, tujuan manajemen sekolah adalah:
• Sebagai peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.
• Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.
• Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Manajemen sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada kepala sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipasi. Secara rinci tujuan manajemen sekolah menurut departemen pendidikan Nasional adalah:
• Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
• Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
• Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.
• Meningkatkan kompetensi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
C. Fungsi Manajemen Sekolah
Manajemen sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan perkembangan strategi manajemen sekolah sesuai dengan kondisi setempat. Sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi dengan melakukan eksperimen-eksperimen di lingkungan sekolah.
Manajemen sekolah berfungsi untuk mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum efektif, rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah.
Manajemen sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah, selanjutnya aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.
D. Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah
Teori yang digunakan manajemen sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip yaitu sebagai berikut:
• Prinsip Ekuinfinalitas (principle of equifinality)
Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.
• Prinsip desentralisasi ( principle of decentralization)
Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat di elakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.
• Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (principle of self-managing system’)
Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah.
• Prinsip Inisiatif Manusia (principle of Human Initiative)
Berdasarkan perspektif ini maka manajemen sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis
Menurut Husaini Usman, prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan manajemen sekolah antara lain sebagai berikut:
• Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk bermanajemen sekolah.
• Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk bermanajemen sekolah.
• Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.
• Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif.
• Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.
• Kesadaran, guru-guru harus memiliki kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program pendidikan dan kurikulum.
• Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana.
• Ketahanan, perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholder sekolah.
Komentar